Blog Pribadi Sapto Anggoro
detikcom Dukung TDA

Untuk menggerakkan ekonomi banyak cara dilakukan. Kelompok Usaha Kecil Menengah (UKM) adalah mesin ekonomi yang perlu didukung. Kelompok UKM komunitas Tangan Di Atas (TDA) mendapat dukungan detikcom dalam hal promosi/beriklan.

Tangan Di Atas adalah sebuah komunitas atau kelompok berusaha dengan semangat mulia: Tidak mau jadi orang gajian selamanya. Mereka merupakan gerakan UKM yang mulai agresif yang memilih menjadi entreprenur walau mulai dari bawah daripada sebagai karyawan.

Mereka memang membangun mental menjadi pengusaha. Dimulai dari yang kecil, seadanya. Antar mereka saling berkait, saling menyemangati, dan bahkan saling membantu dalam berbagai bidang: membantu memasarkan, membantu pelatihan. Bahkan ada yang dibantu sepetak kios oleh anggota lainnya.

Karena kuatnya organisasi ini, di mana sebagian di antaranya adalah pebisnis pemula dengan semangat yang menyala-nyala, maka detikcom pun menjalin kerjasama strategis dalam pemanfaatan produk AdPoint. Penandatanganan kerjasama dilakukan pada Jumat (23/5/2008) lalu di Hotel Sofyan Cikini, Jakarta Pusat.

Menurut Badroni, motor dan pendiri komunitas TDA, saat ini anggotanya sekitar 3.000 orang. Mereka tersebar di berbagai tempat, Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Semarang, Yogya, sampai Riau, Padang, dan lain-lain. Para anggota TDA, menurut dia, sangat antusias untuk melakukan promosi atas produk barang atau jasa yang mereka bisniskan. Namun, mereka berpikir bahwa kalau harus beriklan di detikcom yang sebagian besar korporasi besar, bagi anggota TDA sungguh berat.

“Saya berterima kasih dan bahagia akhirnya detikcom mau membina kerjasama dengan kami,” kata Badroni yang biasa dipanggil Roni.

Ungkapan yang disampaikan dalam sambutan menjelang penandatanganan di depan sekitar 100 anggota komunitas itu, disambut baik para anggota. Mereka berharap anggota TDA akan semakin besar dan terbantu dengan kerjasama dengan detikcom tersebut.

Ya, antara detikcom dan TDA memang sudah menjalin kerjasama strategis, khususnya untuk produk AdPoint. Di sini, setiap anggota TDA yang akan memasang iklan melalui produk AdPoint detikcom, akan mendapat diskon khusus. Selain itu, detikcom akan memberikan kontribusi kepada TDA Peduli yang disisihkan dari transaksi anggota TDA di AdPoint.

Menurut Vice President Commercial detikcom Sapto Anggoro, bila detikcom selama ini lebih banyak melakukan model bisnis B2B yang ditujukan ke korporat, maka kali ini juga memfasilitasi kelompok usaha kecil menengah (UKM). Di antara kelompok UKM tersebut, TDA adalah komunitas yang cukup solid dan layak didukung.

“Kalau semakin banyak kelompok-kelompok UKM seperti TDA ini hidup, maka ekonomi Indonesia akan semakin maju. Sehingga tidak hanya terpusat di konglomerasi,” kata Sapto.

“Kami merasa berterima kasih kepada detikcom yang peduli dengan UKM termasuk kami TDA. Dan kepada rekan-rekan TDA semoga bida memanfaatkan AdPoint ini,” tambah Roni. Selanjutnya anggota yang sudah memiliki nomor register TDA dapat potongan spesial di AdPoint (adpoint.detik.com).

Foto:
1-2). Duduk Paling Depan, Jamil Azzaini dan Sapto Anggoro
3). Pendiri UKM TDA Badroni dan Vice President Commercial detikcom Sapto Anggoro



DIPOSTING OLEH Sapto Anggoro PADA 27.05.08 9:32 am |

One Response to “detikcom Dukung TDA”

  1. FYI: Telah terbit Novel Biografi”menapak jejak Amien rais” yang ditulis oleh putri beliau sendiri Hanum Rais.
    Pemesanan buku lewat http://www.hanumrais.com akan dapat diskon harga.Semoga berkenan menyebarkan informasi ini ke teman teman bloger lainya….terimakasih.

    HR Management
    Hp.08175495994/081282006481
    fb/email:hanumraiss@gmail.com

    “Transfer nilai-nilai kehidupan, spiritualitas dan kepemimpinan dari seorang Amien Rais kepada puterinya, Hanum Salsabiela Rais, dilukiskan pada buku ini secara lugas, dan amat menarik. Dengan membaca buku ini, kita akan lebih mengenal sisi lain dari ketokohan Amien Rais yang dapat dipetik oleh generasi muda Indonesia lainnya”

    Prof Dr. -Ing. B J Habibie,
    Mantan Presiden Republik Indonesia

    “Buku ini highly recommended untuk memahami bagaimana komunikasi politik berawal dari komunikasi keluarga batih / nuclear family”

    Effendy Gazali. PhD, MPS, ID,
    Prog. Master Komunikasi Politik UI/Alumni Cornell Univ. New York

Leave a Reply